Koran Hari Ini
Selasa, 21 Maret 2017
Selasa, 14 Juni 2016
Hobi Ngintip, Mata Membiru Dihajar
SAMARINDA. Nas mendadak gila. Pria 30 tahun itu baru saja keluar dari kabin tronton yang diparkir di garasi sebuah perusahaan ekspedisi. Baharuddin, wakar perusahaan ekspedisi tersebut memergoki aksi Nas yang berada di dalam di kabin tronton. Saat Nas keluar, Baharuddin langsung memaki-maki. Saat itu Nas memegang tang dan obeng. Kedua perkakas itu dicuri Nas dari dashboard tronton tersebut. Aksi itu dilakukan Nas di Jalan Yos Sudarso, Samarinda Kota, pukul 00.00 Wita kemarin (12/6).
Sudah ketangkap basah. Tapi Nas tetap berusaha untuk lolos dari tuduha Baharuddin. Dia pun masih berlagak gila di hadapan wakar tersebut.
Tingkah laku Nas membuat Baharuddin geram sekaligus geli. Baharuddin ogah basa basi dengan Nas. Baharuddin langsung mengeler pria pendatang asal Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu ke Polsubsektor Mulawarman.
Sejak tujuh bulan terakhir, Nas selama ini numpang tidur di emperan toko kawasan Komplek Citra Niaga. Dia bahkan sudah empat kali keluar masuk ruang tahanan titipan di Polsekta Samarinda Ilir. Bahkan seminggu yang lalu, Nas baru saja pulang dari ruang tahanan itu, karena korbannya tak membuat laporan resmi.
Pria bujangan itu ternyaa "hobi" ngintip kaca mobil yang terparkir di halaman parkir maupun pinggir jalan. Bahkan salah seorang polisi mengingat wajah Nas yang suka megintip mobil parkir di halaman Masjid Raya Darussalam.
"Jumat (10/6) lalu saya lihat dia (Nas, Red) ngintip-ngintip mobil di halaman parkir masjid raya," celetuk Kanit Sabhara Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Endang Sairi. Akibat ulahnya yang suka mengintip mobil parkir, Nas mendapat "hadiah" bogem. Matanya sebelah kanan pun membiru.
"Luka memar di matanya itu akibat dimassa, karena ketahuan mencuri di kawasan Citra Niaga," tutur salah seorang polisi yang juga meghapal wajah Nas.
Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yovan Fatika, melalui Kanit Reskrim Ipda Dedi Kurniawan menjelaskan, untuk sementara Nas diamankan di Polsek Ilir guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
"Selanjutnya pelaku (Nas, Red) akan kami periksa untuk memastikan apakah dia benar-benar mengidap gangguan jiwa atau tidak. Dan juga sejauh ini masih belum ada laporan resminya," pungkasnya.(oke/nha)
Langganan:
Postingan (Atom)